FPI dan Pengamanan

Posted on 07/08/2010

33


Aneh… Begitulah kesan di dalam benak saya tatkala menyimak berita tentang rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak organisasi massa (ormas) Front Pembela Islam (FPI) untuk melakukan pengamanan selama bulan Ramadlan.

Sumpah! saya sama sekali tidak tahu apa yang ada di dalam benak Foke. Rasanya kok seperti perekrutan preman kampung untuk menjadi satpam di sebuah pabrik. Para pembuat onar direkrut dan dirangkul untuk mencegah terjadinya keonaran.

Maaf, saya tidak menjelek-jelekkan FPI. Menurut saya, FPI adalah organisasi yang cukup baik walaupun radikal. Bahasa kerennya, mereka ada di jalur garis keras. Saking kerasnya, seringkali karena merasa membela atau menegakkan sesuatu yang sangat diyakini, FPI melakukan tindakan-tindakan yang menjurus ke arah anarki. Tidak bisa disalahkan begitu saja, namun menurut saya juga tidak bisa dibenarkan sepenuhnya. Indonesia ini terdiri dari bermacam suku bangsa, bermacam orang dengan keyakinan berbeda, pokoknya sangat plural. Tindakan yang bersifat memaksakan tentu saja tidak cocok diterapkan di sini, walaupun jujur saja sesekali tindakan FPI dirasa mewakili pihak yang merasa didzalimi di saat pemerintah tidak bisa (atau enggan) berbuat sesuatu. Pemerintah sebagai penjaga kedaulatan, pemegang kekuasaan, penentu kebijakan, pemegang amanat rakyat, dan lain-lain seringkali malah menteror rakyat sendiri

Tindakan-tindakan FPI barangkali hanyalah puncak gunung es ketidakpuasan terhadap negeri ini.

Dan ketika pemilik pabrik pemerintah merasa terganggu oleh ulah si pembuat onar tindakan FPI, maka preman kampung FPI dijadikan satpam diajak kerjasama untuk melakukan pengamanan… (thinking)

Posted in: Aeng-aeng