Senioris Militeris

Posted on 20/08/2010

47


Gegap-gempita Peringatan 65 Tahun Kemerdekaan Indonesia belum usai, sudah disusuli dagelan-dagelan yang mengocok perut dan membuat saya mengelus pantat (mules menjadikan mencret sehingga harus bolak-balik ke toilet).

Dagelan satu: si bapak nomor satu bagi-bagi buku dan sebarkan CD lagu-lagu karangannya kepada para tamu undangan yang menjadi peserta upacara bendera. Tak cuma itu, bahkan situs dot GO dot ID di-monetize, pasang iklan promosi jual lagu.  Bisa jadi kalau didiamkan seterusnya akan ada link download m3, mp4, dlsb sekaligus sharing embedd code… (doh)

Dagelan dua: si buldog menggonggong lempar wacana tiga periode. Tak lain dan tak bukan hanyalah sekedar jilatan anjing yang setia kepada tuannya. Si tuan pun mengelak dan meluruskan bahwa dirinya tidak sesuai gonggongan si anjing itu. Sibuk memainkan citra diri, lupa tiga orang penjaga gerbang belakang ditangkap tetangga dan enteng ditukarkan dengan tujuh maling yang justru ditangkap oleh para penjaga.

Masih banyak dagelan lagi… –di antaranya pemberian grasi dan remisi untuk para koruptor termasuk  besan sendiri (anehnya si bapak mengelak tidak ikut campur dalam urusan keputusan pemberian grasi dan remisi)-… (doh)

Dan ada pula dagelan yang mencorengkan aib di kening Paskibra –pasukan pengibar bendera-. Telah terjadi pelecehan terhadap beberapa anggota paskibra oleh seniornya –disuruh bugil (emangnya ariel???)-. Bisa jadi maksudnya memberi latihan keras untuk membentuk kedisiplinan tinggi di antara para anggota Paskibra, namun yang terjadi adalah kebablasen.

Ini bukan pertama kali terdengar dagelan soal senioris militeris. Masih jelas dalam ingatan, kekerasan para senior di sekolah tinggi pencetak aparat pemerintahan yang meremukkan rusuk para yuniornya bahkan ada yang sampai masuk ke liang lahat. Mahasiswa-mahasiswa senior di berbagai tempat menggojlog yunior barunya dan bikin ribut. Anak-anak SMA juga ikut-ikutan berbuat serupa. Geng-geng liar menerapkan cara sama. Satgas partai bertindak lebih tentara dibandingkan tentara. Satpol PP bak berperang dengan warga…

Gaya senior, mental feodal, gaya tentara, mental peneror… Sesungguhnya maksud mereka itu apa?

gambar dari tulisan sangnanang di pendekartidar.org

Posted in: Catatan Sela