Tips Khatam Al Qur'an di Bulan Ramadhan

Posted on 22/08/2010

44


Tak terasa sepertiga Ramadhan sudah terlewati. Adakah di antara sedulur yang sudah mengkhatamkan Al Qur’an selama Ramadhan ini? Barangkali ada yang sudah khatam satu kali, barangkali sudah dua kali atau lebih… Alhamdulillah…

Ramadhan kali ini (1431H/2010M) cukup unik karena menurut hisab, bilangan hari dalam sebulan adalah 30 hari. Ini bisa digunakan untuk membantu tips & trik khatam Al Qur’an di bulan Ramadhan. Namun sebelumnya, ada baiknya kita menyimak dahulu kisah sejarah yang sangat masyhur dari salah seorang sahabat Nabi yang bernama Abdullah bin Umar. Sabahat Nabi ini adalah salah seorang yang selalu mengamati ibadah-ibadah yang dilakukan Nabi dan berusaha mengikuti dengan sebaik-baiknya.

Pada suatu hari, Abdullah bin Umar bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah, berapakah waktu untuk membaca Al Qur’an?”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al- Qur’an itu pada satu bulan”.

Abdullah bin Umar berkata, ”Sesungguhnya saya mampu kurang dari itu (sebulan)”.

Demikianlah terus menerus Abdullah bin Umar bertanya kepada Nabi karena merasa masih punya kemampuan untuk mengkhatamkan Al Qur’an secara lebih singkat sehingga pada akhirnya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Maka bacalah Al-Qur’an itu dalam satu minggu, dan janganlah kurang dari seminggu itu” (dari hadits riwayat Imam Nawawi)…

Pada riwayat lain (dari hadits riwayat Abu Daud) disebutkan ketika Abdullah bin Umar berkata, “Sesungguhnya aku bisa lebih kuat dari itu” maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bacalah olehmu pada tiga hari”…

Okelah… Bisa jadi sebagian sedulur cukup berat untuk mengkhatamkan Al Qur’an dalam seminggu, atau lima hari, atau tiga hari. Gampangnya, ambil saja batasan satu bulan dan waktu yang tepat adalah di bulan Ramadhan ini dimana satu bulan adalah 30 hari.

Saran saya, gunakanlah Mushaf Usmani. Mushaf ini unik karena pada tiap lembarnya terdiri dari 15 baris dan pada tiap baris terdiri dari kira-kira 40 huruf (tidak termasuk harakat). Membaca mushaf Usmani lebih nyaman dibandingkan mushaf-mushaf model lain misalnya mushaf yang dikeluarkan Departemen Agama RI (sekarang kementerian) dimana setiap lembarnya terdiri dari 18 baris.

Seperti sudah diketahui bersama, Al Qur’an terdiri dari 30 juz. Dalam Mushaf Usmani, satu juz tertulis dalam setiap 10 lembar mushaf (bolak-balik). Nah… Jadi gampang bilamana setiap hari kita bisa membaca satu juz saja. Cukuplah sebelum dan sesudah melakukan shalat fardhu kita baca dulu satu lembar.  Genap shalat lima waktu sehari, satu juz pun selesai dalam sehari semalam.

Mungkin ada sedulur yang mempunyai kesempatan berbeda-beda di setiap sebelum dan sesudah shalat . Ya atur saja senyaman mungkin misalnya sehabis sahur baca Al Qur’an tiga lembar, sesudah shubuh tambah dua lembar. Siang hari saat Dhuhur barangkali tidak sempat karena harus bekerja, ya sore harinya menjelang berbuka disempatkan membaca Al Qur’an lagi satu atau dua lembar. Sisanya diselesaikan sehabis shalat tarawih. Ringan kan?

Bagaimana bila bulan Ramadhan yang akan datang tidak 30 hari melainkan 29 hari saja? Ya tambahkan saja satu muka atau satu lembar di setiap kesempatan yang longgar. Yakin, pasti bisa! Bilamana sedulur sudah nyaman mengkhatamkan Al Qur’an di Bulan Ramadhan ini, coba ulangi di bulan-bulan lain di luar bulan Ramadhan… Pasti juga bisa!!!…

Mari kita tingkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan ini!!!…🙂

Posted in: Catatan Sela