SMP, Anak SMP, dan Keyword SMP

Posted on 24/08/2010

79


Sebetulnya ada apakah ini??? Sampai-sampai om @tifsembiring pun memprihatinkan hasil pencarian saat membuka mesin pencari dan mengetikkan kata kunci pencarian SMP???

Ya… Walaupun telah dilakukan bermacam upaya, kata kunci pencarian SMP, anak SMP, dan lain-lain yang berkaitan dengan SMP masih ada hasil yang negatif di sana-sini.

Jujur saja, saya tidak ada urusan dengan @tifsembiring atau Tifatul Sembiring atau Kementerian Kominfo. Tulisan ini semata-mata tergerak oleh tulisan kawan blogger seleb dari Indonesia Jauh yang membahas tentang SMP dan Search Engine serta Membersihkan Keyword Anak SMP, juga berbagai macam tulisan yang berisi keprihatinan mengenai keyword SMP, sebagai bagian dari perkembangan Gerakan SEO Positif.

Usia SMP atau sering disebut ABG -anak baru gede-, adalah masa unik dimana secara biologis seringkali sudah mencapai perkembangan awal kedewasaan, namun secara psikologis seringkali masih anak-anak. Ini membuat anak-anak usia SMP pun seringkali melakukan coba-coba yang bila didukung kesempatan dalam kesempitan akan kebablasan. Sayangnya, ketika soal kebablasan ini terekspos di media (termasuk media online), akan menimbulkan tanda tanya, rasa penasaran, dan gelombang pencarian pun akan meningkat tajam.

Secara SEO, sebetulnya keyword-keyword negatif itu menganut hukum pasar dimana ada permintaan tinggi, mau tidak mau akan terindeks di halaman yang semakin baik. Ketika sudah terlanjur seperti sekarang, gerakan pembersihan semacam ini tentunya membutuhkan banyak pihak untuk bersama-sama memperbaikinya. Para pemain SEO pun seringkali menggunakan strategi tembak-menembak keyword semata-mata untuk menaikkan trafik dengan atau tanpa konten yang sesuai, misalnya seperti gambar berikut ini:

Sampai menjelang tulisan ini diterbitkan, saat membuka berbagai mesin pencari, ternyata hasil-hasil pencarian yang bernuansa negatif masih bermunculan di halaman pertama. Bukan hanya pencarian web, pencarian gambar pun masih dihiasi oleh gambar-gambar tidak baik. Sumpah… Tiba-tiba saya pun merasa ikut bersalah… (doh)

Apakah sedulur mendukung gerakan semacam ini?

Posted in: Cangkrukan