Bang Napi

Posted on 30/08/2010

61


Sudah 9 tahun ini pemirsa televisi khususnya RCTI disuguhi Sergap (sejak 24 Agustus 2001) yang menayangkan berita-berita kriminal yang terjadi setiap hari. Ada segmen khusus yang menarik di penghujung acara itu yakni Bang Napi. Akhir-akhir ini malah segmen itu berkembang Bang Napi Lepas, dimana Bang Napi ikut meliput berita-berita kriminal sebelum akhirnya memberi nasehat; “Kejahatan tidak selalu terjadi hanya karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah!“.

Jujur saja! Saya prihatin dengan acara-acara penayangan berita kriminal seperti Sergap, juga acara-acara serupa di stasiun televisi lainnya. Maksudnya sih baik, memberikan informasi kepada masyarakat tentang aneka tindak kejahatan sehingga diharapkan masyarakat semakin waspada.

Di sisi lain, hampir satu dekade adanya penayangan berita-berita kriminal itu justru semakin merajalela tindak-tindak kejahatan yang terjadi. Bisa jadi dulu pun tindak kejahatan sama banyaknya dengan sekarang ini, namun beritanya lebih sedikit. Bisa jadi sekarang memang benar-benar lebih banyak. Bisa jadi justru para pelaku tindak kejahatan terinspirasi dari berita-berita kriminal sehingga mereka merancang tindak kejahatan yang lebih canggih.

Yang jelas, hidup di penjara itu enak. Buktinya, Bang Napi yang sekarang lebih tambun dibandingkan Bang Napi yang dulu… (thinking)

Ah, tokohnya keliru! Harusnya yang memberi nasehat waspada bukanlah seorang napi (walaupun sudah tobat sekalipun)…

Posted in: Aeng-aeng