Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi

Posted on 02/09/2010

83


Adalah sebuah adagium Jawa untuk menggambarkan pentingnya keteguhan mempertahankan  keutuhan wilayah dan kedaulatan negara serta martabat bangsa. Dalam lingkup kecil, adagium ini sering digunakan di skala rumah tangga dan kepemilikan pribadi. Dalam lingkup makro, ya seperti itu, urusannya sampai bangsa dan negara.

Tentu saja pada ujungnya, urusan mempertahankan kedaulatan dibutuhkan peran penting para pengambil keputusan politik, kecermatan intelijen, dan kepiawaian diplomasi. Pada pangkalnya, sadumuk bathuk sanyari bumi ditopang kesiapan dan kemampuan para panglima beserta segenap prajuritnya.

Berkali-kali Indonesia ditoyor tetangganya terutama Malaysia, namun lagi-lagi sikap pemerintah Indonesia terlalu lemah. Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait krisis hubungan Indonesia dan Malaysia dalam pidatonya (01/09) dianggap masih normatif dan membuat rakyat kecewa.

Barangkali sikap rakyat sudah sadumuk bathuk sanyari bumi, sayangnya para pemimpinnya masih sibuk dengan dirinya sendiri… Dan sepertinya SBY beserta segenap jajaran pemerintahannya dan para wakil rakyat di DPR harus lebih banyak makan bubur tujuh rupa. Sedulur tahu maksudnya???

Posted in: Catatan Sela