Yang dekat sini juga perlu dibantu lho!

Posted on 16/11/2010

23


Merapi sudah mereda dan semoga segera tidur kembali agar banyak orang yang bergantung kepadanya segera bisa beraktivitas seperti sediakala… Namun masih ada pengungsi karena beberapa wilayah masih dinyatakan sebagai daerah berbahaya.

Suatu hari, saya harus mengantarkan sejumlah bantuan dari kawan-kawan di komunitas lama saya untuk pengungsi Merapi. Berhubung banyak kawan saya sudah banyak yang jadi orang, tentunya sikap mereka saat memberi bantuan tak ubahnya seperti pejabat melakukan kunjungan. Saya yang tidak punya kemampuan finansial dan material seperti mereka hanya bisa soroh bahu, urun tenaga menjadi kurir untuk mengantar bantuan menggunakan kendaraan roda lebih dari empat.

Para pejabat ason-ason yang melakukan kunjungan itu sudah siap di beberapa titik di tempat pengungsian di seputar Gunung Merapi, dan saya pun berkeliling mengantarkan beraneka macam barang untuk dibantukan kepada pengungsi dan para ason-ason itu bisa memberikannya kepada banyak orang secara langsung plus dengan sedikit seremonial bilamana diperlukan sekedar untuk narsis dan biar dianggap peduli.

Tapi bukan itu masalahnya…

Saat akan berangkat, saya bersua dengan tetangga saya. Sedikit menyapa dan berbincang, dia menanyakan hendak kemana saya…

“Mau nganter bantuan untuk pengungsi Merapi!”, jawab saya.

“Owalah mas! Kalau mau nganter bantuan nggak usah jauh-jauh. Yang dekat sini juga perlu dibantu lho!”, kata tetangga saya itu.

Mak jleb!!!… (heart_beat) saya tersenyum kecut dan berkilah;

“Anu, saya hanya pengantar dowang kok!”…

Rupanya imbas bencana sampai jauh kemana-mana. Tetangga saya yang bekerja di sebuah proyek perumahan itu, selama beberapa waktu terpaksa menganggur dan bekerja serabutan. Pasir Merapi yang harganya melonjak tinggi selama bencana kemarin membuat banyak pengembang hiatus dan para pekerjanya juga ikut hiatus

Sayangnya. perut tidak bisa diajak hiatus…😦

Posted in: Catatan Sela