Berkenalan dengan Mbak Julia

Posted on 18/11/2010

49


Cantik… Begitulah kesan pertama saya saat berkenalan dengan mbak Julia.

Sebetulnya mbak Julia sudah datang seminggu lalu, tepatnya pada Jum’at pagi, 12 November lalu, namun saya baru bisa berkenalan semalam (17/11).

Ya, seperti kakak-kakaknya terdahulu, Linux Mint (kecuali LMDE) masih menggunakan codename gadis-gadis entah cantik entah tidak. Kali ini Linux Mint 10 diberi nama Julia.

Saya mendownloadnya saat kebetulan mendapatkan akses sangat cepat di posko sehingga tidak butuh waktu lama untuk segera menjajalnya. Sayang sekali, sampai pagi ini (18/11) saya belum sempat menginstallnya di harddisk.

Kesan pertama saat memperawani Julia adalah cantik dan elegan.

Membawa kekuatan Ubuntu 10.10 yang stabil, Linux Mint 10 Julia menjadikannya lebih ramah dan indah sehingga sangat cocok digunakan pengguna-pengguna akhir yang tidak begitu berperhatian terhadap apa mesinnya melainkan pada aplikasi yang disediakan mulai soal ketik-mengetik, olah gambar sederhana, sampai menyetel aneka format musik dan video.

Julia datang dengan Kernel Linux 2.6.35-22-generic dan GNOME 2.32.0. Tidak semuanya terbaru sih, namun cukup kuat dan stabil. Bagi yang menginginkan berbeda, tidak lama lagi bakalan hadir yang berpenampilan sederhana seperti XFCE atau yang lebih elegan yang menggunakan KDE. Bilamana sedulur ingin mencobanya, sudah tersedia Linux Mint 9 Isadora yang ber -XFCE atau ber-KDE.

Sumpah! Saya suka dengan ikon-ikonnya yang baru ini, apalagi background menu-nya tidak lagi berwarna polos seperti versi terdahulu. Ikon menunya kali ini juga diganti menjadi roda bergerigi 10… Keren!